5 Hostel ala Rumah Adat Ini Memberikan Pengalaman Melancong yang Berkesan

Hostel kerap dijadikan tempat menginap alternatif oleh wisatawan yang liburan dengan biaya terbatas. Meski harganya lebih murah dibandingkan hotel berbintang, tak sedikit hostel yang menyediakan layanan dan fasilitas memadai untuk memuaskan para tamu. Ada pula hostel-hostel yang menggunakan konsep unik sebagai daya tarik yang mampu mengundang rasa penasaran para turis untuk bermalam di sana.

Rupanya, di Indonesia ada hostel-hostel unik nih yang berbentuk rumah adat tradisional. Keragaman budaya menjadi inspirasi dari  5 hostel anti-mainstream berikut ini.

  1. Mbaru Niang (Flores)

hostel ala rumah adat gokilbro

Mbaru Niang merupakan rumah tradisional khas Flores. Bentuknya yang bundar menjadi magnet yang sukses mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara. Walau tampak menyatu dengan tanah, Mbaru Niang yang sebagian besar berada di pegunungan nyatanya termasuk ke dalam golongan rumah panggung dengan kayu sebagai material utama. Keunikan lain dari rumah ini adalah tak ada semen atau paku yang digunakan untuk mengukuhkan bangunan. Namun, kalian jangan meragukan kekuatannya. Dengan tarif Rp 300.000 per malam, kalian akan mendapatkan pengalaman bermalam yang seru di sini.

 

  1. Honai (Papua)

hostel ala rumah adat gokilbro

Nah, rumah tradisional yang satu ini mungkin sudah familiar di mata para wisatawan. Bentuknya yang bulat menyerupai jamur kadang dianggap tak muat menampung banyak orang. Namun, jangan salah, saat masuk ke dalam Honai, kalian akan mendapati ruangan luas bertingkat dua yang bisa ditempati sampai sepuluh orang. Lantai kayunya akan memberikan kenyamanan dan kehangatan di malam hari, sehingga kalian tidak akan kedinginan. Untuk bermalam di hostel rumah adat berbentuk Honai, kalian hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 200.000 per malam.

 

     3. Rumah Betang (Kalimantan Barat)

hostel ala rumah adat gokilbroKalimantan dikenal akan rumah panjangnya yang legendaris. Salah satu di antaranya adalah Rumah Betang di Kalimantan Barat yang panjangnya bisa mencapai 180 meter. Maka tak heran kalau rumah yang berada di Desa Saham, Kabupaten Landak ini masih memikat sejumlah turis dalam maupun luar negeri yang penasaran dengan hunian yang dibangun dari kayu berlian tersebut. Jenis kayu ini sangat spesial karena malah bertambah kuat saat terkena air. Belum lagi deretan gazebonya yang tak kalah memukau. Tarif menginapnya pun sangat terjangkau, cukup Rp 100.000 per malam.

 

    4. Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara (Flores)

hostel ala rumah adat gokilbro

Kembali ke Flores, kali ini ada Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara yang atapnya terbuat dari ilalang kering. Tempat tinggal tradisional ini merupakan rumah panggung yang menggunakan bebatuan di bagian dasar untuk membuat kesan tinggi pada bangunan. Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara pun tidak biasa karena dari jauh tampak tidak mempunyai pintu masuk. Selain itu, sebagian rumah adat yang ada di sana pun memiliki fungsi berbeda-beda. Jika kalian mau bermalam di rumah yang menggunakan kepala kerbau di depan pintunya, jangan sungkan datang hostel ala rumah adat ini

 

    5. Rumah Bale (Lombok)

hostel ala rumah adat gokilbro

Sade dan Ende adalah salah dua desa adat di Lombok yang menawarkan kebudayaan menarik, salah satunya rumah tradisional mereka. Adalah Rumah Bale atau Bale, tempat tinggal penduduk lokal di Lombok yang atapnya terbikin dari jerami. Sementara temboknya, alih-alih terbuat dari kayu atau batu bata, malah dibangun dari campuran tanah liat dan kotoran sapi. Tak sedikit pula yang menggunakan kotoran sapi untuk memuluskan lantai rumah. Akan tetapi, hanya wanita yang boleh tidur di dalam rumah, sedangkan prianya harus puas di teras.

 Buat yang ingin liburan dengan budget terbatas, yuk mari dicoba tempat menginap di hostel ala rumah adat ini….pasti menarik dan membawa suasana baru yang menyenangkan…

Happy Holiday…..